Model E-Health Terintegrasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis dan Fisik Ibu Nifas di Era Transformasi Digital
Keywords:
E-Health, ibu nifas, literasi digital, kesehatan mental, transformasi digitalAbstract
Abstrak
Transformasi digital dalam sektor kesehatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi ibu nifas yang rentan terhadap gangguan fisik dan psikologis. Penelitian ini mengembangkan Model E-Health Terintegrasi sebagai inovasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi digital guna meningkatkan kesejahteraan ibu nifas. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: sosialisasi program, pelatihan literasi digital dan kesehatan reproduksi, pendampingan penggunaan aplikasi E-Health, serta evaluasi menggunakan pre–post test dan skor Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Hasil menunjukkan peningkatan literasi digital dari 55,8% menjadi 86,4%, penurunan skor EPDS dari 13,2 menjadi 7,1, serta peningkatan kepatuhan pemeriksaan nifas dari 62% menjadi 91%. Temuan ini menegaskan efektivitas intervensi digital dalam memperkuat hubungan antara ibu nifas, tenaga kesehatan, dan sistem informasi, sekaligus menurunkan risiko depresi postpartum. Model ini berpotensi direplikasi di berbagai wilayah melalui kolaborasi lintas sektor untuk memperluas dampak positifnya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3 tentang kesehatan dan kesejahteraan.







