Transformasi Literasi Digital sebagai Strategi Pemberdayaan Sosial: Studi Kasus pada Masyarakat Desa Lobutolong dalam Menangkal Hoaks
Keywords:
Literasi Digital, Pemberdayaan Sosial, Hoaks, Partisipatif, Desa Lobutolong, Ketahanan InformasiAbstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat Desa Lobutolong sebagai strategi pemberdayaan sosial dalam menangkal penyebaran hoaks. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang menempatkan warga sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Melalui tahapan identifikasi masalah, analisis kebutuhan, pelatihan, dan evaluasi, kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan pemuda karang taruna. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa 73% peserta belum memiliki pemahaman memadai tentang literasi digital, terutama dalam memverifikasi informasi daring. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan rata-rata 45% dalam kemampuan peserta mengenali dan memeriksa kebenaran berita. Selain itu, terbentuk kelompok Kampung Cerdas Digital yang berperan aktif dalam menyebarkan informasi edukatif dan melakukan verifikasi konten di media sosial. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis individu, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif serta membangun ketahanan sosial terhadap disinformasi. Model ini berpotensi direplikasi di desa lain sebagai bentuk transformasi literasi digital yang berkelanjutan.







